Sabtu, 25 Mei 2013

Untaian kata dengan dan tanpa makna


Awalnya hanya perbincangan biasa sampai seorang teman mulai membuat suasana menjadi luar biasa.
Bicara soal sebuah bambu yang berdiri tegak menopang sang bulan&bintang yang terpampang dalam rajutan benang yang teruntai menjadi sebuah kain putih tak bernyawa.

  Bobby Yaser Harahap: Begitu lelahnya dia, dia telah tertipu dengan ayunan-ayunan malam sang rembulan
 
  Elsa aprilliya: Begitu setianya sang bambu yang berdiri tegak menahan pasangan bulan&bintang yg terjebak dalam sehelai kain..

  Bobby Yaser Harahap: Karena rembulan hanya datang dimalam hari dan tergantikan dengan sang mentari

  Faisal Nugraha: Begitu setianya Tuhan menemani hambanya yang selalu meminta pertolongan

  Fauzan: Bintang dan bulan bersatu padu terjerat dalam tenunan benang yang menyatu membentang terkibas-kibas angin
 
  Bobby Yaser Harahap: Setianya dia menunggu, menunggu bintang dan bulan itu untuk tercerai

  Fauzan: Bintang itu pun berlari mengejar bulan tanpa ia sadari tak punya kaki, tak bisa berlari

  Faisal Nugraha: Seorang pemuda yang memegang sebuah tiang karena kebingungan

  Elsa aprilliya: Begitu kuasanya Tuhan menciptakan makhluk yg dapat merangkai kata menjadi barisan kalimat yang menawan
 
  Rivani Julyana Marie: Apakah para wanita yg berdiri tegak mendampingi para pemuda itu, tau bahwa pemudanya ingin mencari 2 ekor kupu2 yg terbang dimalam hari

  Bobby Yaser Harahap: Ayunan angin nan sementara membuat sebatang bambu itu senantiasa berdiri tegang membelai sang rembulan yang ditemanin bintang

  Bobby Yaser Harahap: Betapa sang pencinta mencintai umatnya yang senantiasa memujanya disaat matahari terbit dan rembulan pun muncul

  Fauzan: Bambu menopang gemerlap keindahan bulan dan bintang, tanpa ia sadari tak secuilpun yang ia dapati, tapi tetap ia berdiri tegak menusuk angin

  Elsa aprilliya: Hembusan angin kencang yang juga menggoyahkan sang bambu untuk menjatuhkan bulan&bintang, mencoba merentankan kekuatan, memisahkan dua insan

  Bobby Yaser Harahap: Bersoraklah burung camar yang bergembira melihat bambu yang senantiasa menompang dua sejoli itu
 
  Faisal Nugraha: Bersamamu aku kan selalu bahagia,seperti bulan dan bintang yang selalu bersama tanpa kebosanan yang ada, karena malam itu selalu membuat mereka bersama dan membuat mereka setia tanpa ada halangan kecuali badai yang menghalangi jarak pandang seorang manusia.
 
  Bobby Yaser Harahap: Para wanita yg setia menunggu lelaki yang mecari kupu-kupu yg hanya terbang di malam hari tidak menyadari bahwa dialah kupu-kupu yg terbang disaat siang maupun malam.
 
  Fauzan: Pada akhirnya kusadari terlalu jauh kumeratapi bulan dan bintang, apalagi bambunya. Aku berpaling pada dirimu, si putih yang dapat merasuki tubuh ini.... Rokok!!
 
  Elsa aprilliya: Bukankah indah? Mengetahui ketegaran & kesetiaan sang bambu pada sejoli itu tanpa merenggut sedikitpun kebahagiaan dr mereka
 
  Bobby Yaser Harahap: Terkutuklah sang burung camar yg hanya bergembira melihat bambu yg gagah berani itu

  Faisal Nugraha: Siputih pun berkata,apakah aku sangat kau perlukan untuk kenyamanan mu hingga kau selalu menghisap batang ku yang bisa habis terbakar

  Bobby Yaser Harahap: Bukankah indah jika ada manusia yang mengambil bambu itu kembali dan menancapkan nya dihalaman rumahnya
 
  Faisal Nugraha: Teganya sebuah bambu yang menancap iya yang tak berdosa,peduli kah dia dengan rasa sakit yg ada?
 
  Elsa aprilliya: Tidakkah kau sadar, si putih pun rela kau bakar habis lalu kau buang tanpa peduli lg akan sisa-sisa darinya
 
  Bobby Yaser Harahap: Siputih si penolong disaat aku gelisah. Siputih si penolong disaat aku nan diambil yang kuasa.
 
  Faisal Nugraha: Dan siputih pun yang membuat kamu muntah darah pada saat waktu tertentu

  Bobby Yaser Harahap: Sadarkah kalian bahwa burung camar itu bergembira disaat engkau mengharapkan dia untuk kembali dengan cerita yang lama nan sukar untuk ditulis kembali.
 
  Gergi: Dan siputih yang membuat hidupmu berat berdosa, dan dilamanya timbullah sepercik kehidupan yang menyongsong hari baru dari kegelapan

  Elsa aprilliya: Apa peduli mereka tentang cerita lama? Tidakkah mereka tau terkadang cerita bisa menyebabkan luka?
 
  Ajeng: Lihatlah keikhlasan si putih yg begitu saja kau campakkan & seenaknya saja kau raih saat kau sedang membutuhkannya.
 
  Bobby Yaser Harahap: Sang putih membawa jiwa yang kembali dari kegelapan namun mendekatkan kita kepada pencipta dari kegelapan.
 
  Gergi: Sedikit menolehlah kebelakang tanpa lupa memandang jalan di depan karena hanya kau dan engkau saja yg dapat menjalani hidup ini
 
  Elsa aprilliya: Bahkan burung camarpun tak sadar bahwa bambu rela memberikan kebahagiaan pada bulan&bintang dengan menahan sakit atas hembusan angin serta terpaan badai
 
  Bobby Yaser Harahap: 'Itu hanya cerita lama.' ucap sang burung camar. Peduli apa dia dengan dunia yg membawa luka dari masa yang sudah tidak di tulis kembali.
 
  Fauzan: Aku terdiam, terpaku melihat rangkaian kata bergulir silih berganti tanpa mengerti makna yang dipatri.
 
  Bobby Yaser Harahap: Tertawalah aku, meratap kepergian temanku yang meratap tulisan yg sudah luyuh dan sukar ditulis kembali, walau banyak berharap dia bsa menulis lembaran yang baru.

  Gergi: Mencoba memahami kilasan rangkaian kata2 dari sekumpulan manusian yang silih berganti tanpa tahu tujuan dan makna yg tersirat
 
  Elsa aprilliya: Cerita lama. Kau tak kan pernah tau tanpa tertulis kembali cerita lama telah membuka kembali luka yang mati
 
  Ajeng: Pun cerita lama itulah yg menutup segalanya dengan luka yg menganga kembali

  Rivani Julyana Marie: Aku seperti orang bodoh yang berada dikeramaian, hanya diam terpaku membisu melihat banyak gelak tawa yang mengiringi tulisan2 indah ini
 
  Elsa aprilliya: Untuk apa dipahami jika kau tetap akan tak peduli

  Elsa aprilliya: Untuk apa kembali jika nanti kau tetap akan pergi
  
  Fauzan: Mata sayu terbebani lelahnya hari yang bergulir, tapi hati berkeras mencari kata berarti mengisi kotak tempat alunan kata bergulir silih berganti

  Bobby Yaser Harahap: Sukar mencari makna jikalau engkau hanya mengerti 1 dari 1000 arti kata A
 
  Faisal Nugraha: Kamu tahukah betapa pentingnya bendera negara indonesia itu yang hanya ada 2 warna? Kamu tahukah betapa pentingnya cinta yang kita bina dari sebuah perkenalan? Bendera indonesia hanyalah mempunyai warna merah dan putih,seperti cinta kita ini yang harus kita perjuangkan sampai titik darah terakhir,karena hasil dari sebuah perjuangan adalah hasil dari kesuksesan cinta yang kita bina yang membuat kita selalu bersama akan nantinya hingga ajal memisahkan kita

  Faisal Nugraha: Kembali untuk bersama memanglah sebuah kebahagiaan yang mungkin diinginkan,jagalah!

  Elsa aprilliya: Kita. Apa yg kau tau soal kita bukanlah kita. Jika kita milik aku dan kamu, lalu mengapa kau bawa dia dalam kita?
 
  Ajeng: Pintar-pintarlah memilah mana yg harus diperjuangkan mana yg tidak, janganlah sampai semua usaha berujung pada kesia-sia-an, menyakiti yg berjuang, membahagiakan yg diperjuangkan
 
  Bobby Yaser Harahap: Buat apa membina cinta yang hanya ada kiasa cinta saja. Jikalau engkau hanya mengerti arti dari sangsaka merah putih tanpa tau arti dari mereka.
 
  Elsa aprilliya: Percikan kata hanyalah sebuah kata sampai kau menemukan makna sebenarnya
 
  Bobby Yaser Harahap: Buat apa kita hanya mengerti kata kita tanpa tau kata aku dia dan mereka. Kita hanyalah kita
 
  Elsa aprilliya: Sumpah itu milik pahlawan. Tidak ada sumpah mencintai sampai mati. Tidaklah berlaku sumpah tidak saling menyakiti. Karna sumpah itu sendirilah yg akan disakiti sang ingkar.
 
  Fauzan: Aku mencari kamu dan berharap menjadi kita. tetapi kita berubah ketika negara api menyerang
 
  Bobby Yaser Harahap: Perjuangan hanyalah sebuah perjuangan, perjuangan tidaklah menjadi sebuah perjuangan tanpa yg diperjuangkan melihat kita.
 
  Faisal Nugraha: Betapa kau tak sadari betapa bahagianya kamu dan aku "kita" jika membina semua yang ada untuk saling melengkapi tanpa ada ke ego an dari diri sendiri.

  Elsa aprilliya: Kenapa harus berubah hanya karna negara api menyerang? Bukankah kekuatan kita harusnya lebih besar untuk menahan & melawan berbagai serangan dari mereka?
 
  Bobby Yaser Harahap: Ingkar hanya datang jikalau sumpah itu telah terbujuk oleh sang-ego.
 
  Bobby Yaser Harahap: Kekuatan datang jika semua element datang, percuma jika 1 element yg datang untuk berjuang.
 
  Ajeng: Mungkin negara api menjanjikan yg lebih untuk kamu, namun bukan untuk aku.....

  Fauzan: Ya kekuatan kita memang lebih besar, tapi apa daya kalau terbakar. Tetap panas juga.

  Bobby Yaser Harahap: Apa gunanya ada air yg membasahi tubuhmu jika tidak kau gunakan.
 
  Gergi: Maka dari itu disaat semua hancur dan terbakar harapan pun hilang disat itulah aang datang
 
  Ajeng: Tak mungkin satu element berjuang tanpa adanya pancingan dari element yg lain
 
  Elsa aprilliya: Kata panas apa yang kau mengerti? Panas karna terbakar api atau panas melihat kau pergi bersama sang pujaan hati?
 
  Faisal Nugraha: Seperti takdir yang selalu memisahkan antara kau dan aku..apa daya? Mengikhlaskan sesuatu sangatlah sulit tetapi dibalik itu ada emas yang akan membahagiakan kita karna sang pencipta memiliki segudang cerita yang tak kita ketahui
 
  Bobby Yaser Harahap: Kita takan mengerti maksud tujuan element itu datang untuk apa hanyalah Dia yg tau.

  Faisal Nugraha: Elemen adalah butiran2 bubuk mungkin berwarna coklat atau putih yang bisa menguatkan sebuah pemuda jantan
 
  Bobby Yaser Harahap: Mungkin panas melihat sang merpati putih itu pergi lebih panas dari pada sang api yg telah melahap badan ini.

  Fauzan: Tidak-tidak, negara api bisalah merajai kekuatan besar dengan element nya, tetapi roda berputar!

  Bobby Yaser Harahap: Bodohnya engkau jika tidak bsa menggunakan element tersebut seperti negara ini yg tidak bsa mengelola sumber-sumber mata pencahariannya.

  Fauzan: Kumemilih menjadi sepi, bukan api atau air. Tetapi sepi. Nilai yang selalu dicari dan akhir dari kegelimangan
 
  Ajeng: Element datang bersama tujuan, tujuan untuk berjuang bersama element yg lain atau hanya ingin singgah lalu pergi lagi
 
  Faisal Nugraha: Kesepian membuat ketenangan hati sejenak reda,tetapi setelah nya dia akan membuat kamu merasa bosan hingga akhir hayat
 
  Elsa aprilliya: Sudahkan kau berteman dengan sepi? Apakan sepi itu menyenangkan? Maukah kau memberitahuku bagaimana cara menikmati sepi? Karna sepi itu selalu hadir sejak kau pergi. Dan aku masih tidak bisa menikmati
 
  Rivani Julyana Marie: Akankah ada yg menolong gadis yg berdiri layaknya org bodoh ini ditengah keramaian ini? Untuk memberikan sebuah arti dari semua perbedaan pendapat ini?
 
  Bobby Yaser Harahap: Sepi hanya salah sebuah kata nan 1000 arti, sepi itu akan datang jikalau engkau terus menikmati element-element tersebut

  Elsa aprilliya: Lebih baik terdiam dan tak mengerti daripada kau datang&tetap tak mengerti. Bosan akan datang, lalu kau pergi. Dan 'dia' tetap akan sendiri menatap kau pergi
 
  Fauzan: Gembel memang susah ditebak, kadang ia menyendiri, duduk sepi terbujur kaku didepan toko yang udah tutup, kadang numpang diemperan teras sebuah istana

  Faisal Nugraha: Sebuah senyuman yang terlihat dari seorang gadis cantik yang diciptakan oleh tuhan untuknya yang indah akan dipandang,sebuah kesenangan tersendiri yang membuat nya dia tersenyum lepas tanpa beban,paksaan dan kegelisahan yang ada..
 
  Elsa aprilliya: Gembel bukan hanya sebuah kata untuk menggambarkan seorang yg berpakaian compang camping dan tak punya arah. Gembel lah kamu yang msh tidak menyadari pentingnya dia yang selama ini menemani tapi tetap kau khianati
 
  Faisal Nugraha: Malam yang indah bagi suatu kelompok kecil dari pelosok bumi yang penuh arti dalam hati yang terurai

  Fauzan: Sekelompok keluarga dajjal yang berusaha sukses
 
  Faisal Nugraha: Berusaha sukses untuk kelayakan hidup bersama dengan yang dicintai dan kebahagiaan yang selalu ada
 
  Elsa aprilliya: 'Terhentikah sudah kicauan yang sedari tadi membisingkan telingaku?' Ucap sang burung camar yang tertawa menyadari mereka yang diam karna lelah atau karna kalah
 

  Elsa aprilliya: Percikan kata ini hanya untaian fiktif belaka. Jika ada kesamaan cerita itu merupakan ketidaksengajaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar